11 Juli 2009

Masa orientasi sekolah yang salah..

Ya, kadang mengherankan kenapa tradisi yang salah tetap dipertahankan seperti yang ada di masa orientasi (baca : masa perkenalan) sekolah. Nama dan tujuannya sih baik yaitu bagaimana si siswa baru dapat mengenal lingkungan sekolah yang baru dan cepat beradaptasi dengan 'anggota' yang ada disekolahnya itu. Sebenarnya sangat simple dan gak butuh waktu yang lama untuk memperkenalkan sekolah dan apa saja yang ada di dalamnya tapi kenyataannya malah membutuhkan waktu berhari-hari (ada yg sampai seminggu penuh). Masa orientasi oleh OSIS kadang menyimpang dari tujuan awal masa orientasi dan pihak sekolah diam saja akan hal ini, contohnya :



Siswa baru disuruh memakai kaus kaki belang-belang

Ini apa maksudnya ? Sama sekali tidak unsur pendidikannya justru malah menghambur-hamburkan uang untuk beli kaus kaki yang sekali pakai ini. Belum lagi warna untuk sebelah kiri dan kanan harus berbeda berarti si siswa harus beli dua pasang kaus kaki. Esensinya apa ? Sama sekali tidak ada gunanya, si siswa seharusnya berangkat ke sekolah dengan penuh semangat dan gembira, ini malah merasa cemas.

Siswa baru harus meggunakan pita

Untuk siswa baru perempuan disuruh menguncir/mengikat rambutnya sebanyak mungkin dan setiap ikatan menggunakan warna pita yang berbeda pula. Fyuuuh, mengajarkan kerapihan ? Malahan saya melihatnya seperti orang gila dan tidak rapih sama sekali.. Lagi-lagi tidak ada esensi dari hal ini.

Siswa harus menggunakan tas dari karung

Hei ! Apa maksudnya ini ? Terlalu berlebihan untuk mengajarkan agar prihatin atau tidak membedakan si kaya dan si miskin di sekolah. Coba deh tanya kepada 'si korban', pasti psikologis mereka merasa dijaili. Mereka malah malu di angkot, atau mereka tidak malu sama sekali karena selalu diantar mobil pribadi.

Mengumpulkan tanda tangan kakak kelas sebanyak-banyaknya

Ya lumayan lah, ini gak begitu berat cuma lari sana-sini mencari senior. Tapi.... kadang menjadi kesempatan bagi kakak kelas untuk 'ngerjain' si junior, misalnya untuk mendapatkan tanda tangan harus mau disuruh ini itu termasuk mau 'mencium' si kakak kelas, makan cabe, dll.. halah halah keterlaluan !

Membuat surat cinta untuk senior, dll terlalu banyak harus saya sebutkan.....

Mengapa dalam hal ini pihak sekolah diam saja ?

Saya juga gak ngerti kenapa kegiatan yang tidak berguna ini dibiarkan saja oleh pihak sekolah (kepala sekolah, guru-guru, dan pihak lainnya yg terkait). Gak peduli, acuh tak acuh, atau dalam pikiran mereka cuma bilang 'ah ini hal biasa yang gak perlu dibesar-besarkan'. Biasanya jika ada kejadian yang tidak diinginkan barulah mereka pasang tameng dengan dalih di luar pengawasan kami. Cape deh......... budaya yg harus dilenyapkan di bumi pertiwi ini !

Adakah kegiatan yang lebih bermanfaat ?

Pastinya ada.. misalkan di masa orientasi ini pihak sekolah, OSIS memperkenalkan ekstrakurikuler dan segenap prestasinya yang pernah diraih agar si siswa baru tertarik dengan kegiatan yang positif. Perkenalkan siswa juara umum, berprestasi kepada siswa baru agar mereka terpacu untuk belajar dan meraih prestasi. Tunjukkan prestasi sekolah supaya siswa baru mencintai sekolahnya dan tetap mau mempertahankan prestasi sekolahnya....

Ganti acara orientasi yang berlebihan dengan kegiatan out bound sehingga melatih siswa baru dalam membangun percaya diri dan lebih tangkas.

Ganti acara orientasi dengan permainan yang menyenangkan sekaligus melatih daya pikir

Dan lain-lain, dengan demikian hasil yang dicapai 'tidak ada lagi senior memukuli junior', 'tidak ada lagi kesenjangan antara senior dan junior', ' tidak ada lagi pelecehan !'....

Artikel Terkait :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar