04 Desember 2007

Agar batere laptop awet

Komponen utama dari laptop atau notebook adalah batere/battery dan layar/LCD/display. Terutama batere, sebab laptop diciptakan untuk menyelesaikan pekerjaan walau kita dalam keadaan mobile alias berpergian. Apa gunanya laptop jika harus tetap 'tercolok' pada catudaya listrik dari PLN, tentunya tidak maksimal.
Ada tips dan trik agar batere laptop awet, antara lain :

  • Kenali dahulu batere latop anda sbb setiap setiap laptop/notebook mempunyai bentuk, letak, dan karakteristik batere yang berbeda. Pelajari cara membuka dan memasang batere yang benar sbb pemasangan batere yg tdk pas akan merusak batere.
  • Lama ng-charge/isi batere harus disesuaikan dgn karakteristik batere. Usahakan charging dihentikan jika batere sudah penuh (biasanya ada tanda/indikator jk batere sdh penuh) sbb kalau tdk akan merusak batere itu sendiri. Biasanya drop.
  • Jangan sering-sering melakukan charge dalam keadaan laptop menyala.
  • Bila kita akan melakukan pekerjaan yang membutuhkan waktu sangat lama lebih baik batere dilepas dan laptop mendapat catudaya listrik langsung menggunakan adaptor.
  • Bila anda membeli laptop bekas/second, perhatikan adaptor dan batere apakah catudaya, voltasenya sesuai.
  • kalau ada rencana pakai untuk waktu yg lama, jangan pakai baterai (dilepas aja). Kalau tidak mau lepas baterai, jangan colokin ke listrik kabelnya kalau baterai belum di bawah 10%.
  • Setelah baterai penuh 100%, sebaiknya langsung cabut dr listrik biar ga overcharge.
  • Kalau didaerah yg aliran listriknya jelek, sebaiknya menggunakan ups atau travo yg ada motornya.
note:
ada beberapa indikator proses charging batere (tdk semua sama), biasanya bila batere dari kosong sampai 3% lampu msh berkedip2, 5%-90% lampu berwarna orange, 91%-99% lampu berwana hijau, dan 100%-penuh lampu akan mati.

Artikel Terkait :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar